"Lengkong Ta'al" Pelipur Jiwa

“Lengkong Ta’al” Pelipur Jiwa
Oleh : Maria Yohana Juita
Bisikan daun yang mennguntit di setiap jejak
Perlahan membuka sedikit naluri untuk berkutik
Menambah uansa indah yang dipadukan alam
Dalam pancaran cinta pesona alam dari “Lengkong Ta’al”
Di sini ku mencoba menatap dedaunan yang merangkai di setiap ranting
Seakan membius setiap pancaran indra yang penuh rindang mengeping
Belaian angin yang memanjakan setiap rasa yang menghubung terselubung
Antara dekapan nyata yang menghilir dengan tenang yang menghubung
Dengan barisan pohon yang menambah kerindangan
Dengan lekukan ranting dari setiap batang membuai sejuta
Terlahir dengan barisan akar yang menopang di setiap terpaan
Menambah kekuatan untuk terus mengarti alam dalam balutan rasa
Rimbunan terlihat dengan jelas saat dedaunan menari dengan rasa
Pesersembahan alam yang berada di sudut Wae Moto
Sebuah kata tak mampu dirangkai sat rasa memberi kenyamanan
Damai kutemukan di sini dengan barisan rumput yang berlaga
Ada hasrat yang dapat kurajut dengan sepenggal cinta
Dengan harapan yang terus meronta untuk terus menyaksikan
Sebuah senema alam yang mengusir segala perih yang mengusik
Damai kutemukan di sini “Lengkong Ta’al” penawar peluh
Di tempat ini sendiri kumaknai
Nyanyian setiap burung yang menambah istimewa
Untuk kumaknai dibalik rasa tak lupa untuk bersyukur
Sebuah cinta yang dipersembahkan alam untuk terus menggelora
Bentuk cinta dari “Lengkong Ta’al” untuk mengisyratakan segala rasa
Menanam sejuta harapan untuk setiap nyata yang menjadi hasrat
Dalam jiwa selalu kubayangkan akan rindu dengan sejuta keindahan yang terpancar
sejuta cinta akan terus membenih bersama pesona “Lengkong Ta’al”
Komentar
Posting Komentar