Tamparan Luka

Tamparan Luka
Oleh :Maria Yohana Juita

Berulang kali sudah kukatakan
Bagaimana lupa akan setiap rebahan yang terbulir indah dalam naluriku
Berulang kali sudah kujelaskan
Bagaimana engkau masih tak ingin mengerti yang seharusnya rasa peka itu bagian ceritamu
Bagaimana lupa secepat itu engkau mengatakan mudah untuk ditakluk
Rasanya jeritan itu bukanlah alasanmu
Bukankah sudah jelas waktu yang terbuang hanya merusak raga yang kini ternoda
Akulah wanita yang engkau tamparkan dengan retakan luka yang kini membekas
Akulah wanita yang sudah engkau lemparkan dengan egomu semenjak rayuanmu membungkus telingaku
Terlena dengan syairmu yang selalu dianggap bijak
Hingga akhirnya aku terjatuh bahkan tak pernah ingin bangkit
Sebab pedih yang dirasakan menghantui segala arah untuk berlari
Aku yang tertancap luka,
Lalu perlahan langkahmu meninggal aku yang tak berdaya
Mata menjadi saksi akan kepergianmu yang kian menghilang
Kemana?
Haruskah engkau pergi dengan segala dustamu
Mungkinkah angin menitipkan jejak hingga menuntunmu kembali.
Sudalah
Ini hanyalah mimpi buruk
Nanti perlahan akan sirna
Bersama fajar yang merekah membawamu bangkit
Tak mengapa perlahan semua akan tenang saat aku mendalaminya tanpa mengungkit
Saat hati membenarkan keyakinan bahwa langkahku tak pernah mengulang akan kita
yang tak pernah memahaminya
Semua indah akan disuguhkan
Akulah wanita yang tak pantas engkau lukai
Akulah wanita itu yang tak seharusnya engkau lempari dengan dusta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelita Yang Tak Pernah Padam

Rindu Tak Berujung

Dear 3 Mei